“Steel is more beautiful than plastic, and simplicity is more appealing than complexity,” - Fabio Cardoni.
Motortuaindo.com- Bro, bro....ada yang unik nih dari berita seputar dunia roda dua. Sebuah produksen motor ini menawarkan varian motor jenis baru - tapi lama, hmmm. Jika sebuah pabrikan motor modern berlomba-lomba mendesain produk-produk mereka dengan konsep futuristik bike, maka produksen ini malah sebaliknya, back to old school atau kembali ke konsep retro jadul...widih mantap!
Motor-motornya benar-benar baru, kinyis-kinyis bukan hasil restorasi atau ganti baju doang loh! Dari mesin hingga headlamp semua dalam kondisi anyar, baru diangkat dari cetakan pabrik. Enggin dan sparepart lainnya hasil karya periode sekarang, periode milenium.
Perusahaan sepeda motor ini bernama The Black Douglas Motorcycle Company. Pendirinya adalah seorang italian, Fabio Cardoni. Cardoni merupakan seorang pengusaha dan penggemar berat motor-motor tua. Tak heran jika kemudian dia berambisi membuat produk motor dengan desain lawas. Jozz Signore..
Cardoni benar-benar membangun perusahaannya dari nol. Awal pertama kali, dia harus membeli sebuah perusahaan prototyping motor sebelum benar-benar memproduksi masal karya-karyanya. Setelah melalui tahap try and error, akhirnya perusahaan tersebut mampu membuat sebuah prototype Mark 5.
Dalam wawancaranya dengan bikeexif.com, Cardony mengatakan bahwa untuk mewujudkan ambisinya biaya yang dikeluarkan sangat mahal dan tidak mudah, tetapi dia mengaku puas dengan prosesnya. Hingga akhirnya perusahaannya sukses merilis produk pertamanya yaitu The Black Dauglas Sterling.
 |
| (bikeexif.com) |
Douglas Sterling dikatakan sebagai produk gado-gado. Proses dan komponen untuk memproduksinya didatangkan dari berbagai negara yang berbeda. Mesinnya dipesan langsung dari Zongsheng, sebuah perusahaan asal Taiwan. Desain dibuat di Birmingham dan kemudian baru dirakit di Italia.
Desain Douglas Sterling sangat-sangat begitu klasik, mirip dengan motor-motor produksi awal jaman dulu seperti Indian dan Henderson. Bentuknya benar-benar seperti sepeda onthel laki tetapi bermesin. Tangki bensin kotak memanjang didudukan dibawah palang sasis. Joknya hanya berupa sedel sepeda tunggal, setangnya panjang melebar dan yang paling unik adalah headlampnya. Headlamp dipasang lebih tinggi dari setang, sekilas nampak kayak lampu sorot mobil offroad 4x4. Keren...
 |
| (bikeexif.com) |
Bagaimana dengan jeroannya?
Untuk segi performa, Sterling dapat diadu dengan motor-motor klasik jadul. Dibekali dengan mesin 230 CC dan lima transmisi percepatan, motor ini dapat melaju hingga 65 km/jam. Lumayan, untuk jenis motor dengan konsep retro. Walaupun begitu, ngerinya adalah soal harga. Jika brother berminat untuk meminang motor ini, maka bro' semua harus mengeluarkan kocek US$9,600 atau sekitar 128 juta sekian rupiah. Uedan, mahal gila bro,..
 |
| (bikeexif.com) |
Beda memang bro, motor produksi pabrik dengan motor hasil karya seni bengkel workshop. Jika dilihat harga memang luar biasa mahal tetapi jika bro' semua memandangnya dari segi proses produksinya yang manual dan ditambah cap Made in Italia maka Dauglas Sterling patut dijadikan bahan pertimbangan untuk motor koleksi.
Seperti kata Cardoni bahwa sebagus-bagusnya produk dari plastik masih akan kalah mewah dengan bahan material besi. Dan kadangkala yang tua sederhana itu lebih menarik daripada yang model konsep kompleks futuristik. Setuju Signore...
Baca juga:
Labels: Motor Klasik, Motor Klasik Baru, Motor tua, The Black Dauglas