Motortuaindo.com - Sudah lama motortua tidak berkunjung ke Sumatera Utara bro', Terakhir kali ke kota Medan dua tahun yang lalu ketika harus mengantar saudara mengikuti tes CPNS. Sayang pada ujian wawancara terkhir tidak bisa dilewati dengan mulus, gagal finish....hehehee
Saat pertama kali ke kota Medan, motortua begitu kaget. Bukan karena apa, ternyata pembangunan dikota itu sangatlah pesat berbeda sekali dengan kota-kota di pulau Sumatera yang pernah motortua kunjungi. Terutama bandaranya, Kualanamu International Airport begitu besar dan megah. Selain itu sudah terintegrasi dengan alat transportasi kereta bandara. Ciamiklah...
Waktu itu karena lumayan penasaran, motortua sengaja mencoba naik kereta bandara menuju pusat kota. Asik juga, nyaman bro' rasanya, 11-12 dengan naik Argobromolah. Tidak beda jauh..
Setelah sampai tengah kota, motor tua sempat kaget lagi. Weleh, ternyata disepanjang jalan menuju hotel motortua jumpai puluhan atau mungkin ratusan bentor (becak motor) berkeliaran di sepenjuru kota. Luar biasanya adalah mayoritas bentor berindukan motor tua lawas rakitan Inggris, BSA (Birmingham Small Army). Gila ini motor, siapa yang bawa sebanyak ini sampai Medan...
Setahu motortua, BSA sekarang keberadaannya sudah sangat langka. Bahkan menurut beberapa sumber, di negeri ibunya sendiri hanya tersisa tidak lebih dari 800 unit. Awalnya motortua prediksi existensi BSA di Indonesia hanya sekitar 100-200 unit, ternyata setelah melihat di Medan motortua yakin jumlahnya bisa mencapai seribuan lebih. Benar-benar syurga BSA Indonesia...
Sekilas mengenai sejarah BSA. BSA merupakan salah satu produk alutsita militer Inggris dari perusahaan The Birmingham Small Army Company Limited (BSA). Perusahaan ini bergerak dibidang pembuatan ala-alat perang seperti senapan, amunisi, sepeda, mobil perang dan termasuk didalamnya motor perang.
 |
| (motorcyclespecs) |
Dalam perkembangannya brand BSA bidang sepeda motor kemudian diambil alih oleh perusahaan manufaktur yaitu BSA Regal tahun 1979. Jadi motor BSA pembuatan tahun 79' keatas merupakan produk dari BSA Regal.
Bagaimana dengan motor-motor BSA yang berkeliaran di Medan?
BSA bentor di Medan rata-rata adalah produk tua, mereka adalah motor-motor bekas peninggalan tentara sekutu yang masuk ke Indonesia pada 1948. Dimana pada waktu itu, Tentara inggris datang untuk melucuti tentara-tentara Jepang. Nah, kemungkinan motor-motor tersebut merupakan salah-satu alat transportasi yang dibawa serta.
 |
| (motorcycleusa) |
Banyaknya bentor BSA yang di Medan sempat membuat motortua bertanya-tanya juga, tidak mungkin tentara Inggris membawa motor ribuan jumlahnya ke satu kota Medan. Setelah ditelusuri, rupanya pada 1958 orang-orang Siantar sendiri yang sengaja mendatangkan ribuan motor dari seluruh nusantara terutama Jawa dengan kapal Tampomas II. Terdapat berbagai jenis BSA seperti produk 1937, BSA M20 500 cc, kemudian ada BSA 2B31 350 cc tahun 1952, 1953 dan 1956. Widih, lengkap bro'...
Bentor BSA Ceritamu Kini
Sungguh pengalaman yang menarik, sekaligus menyenangkan dapat memperoleh kesempatan untuk sekedar menaiki motor tua legendaris walaupun hanya lewat bentor. Sebagai salah satu penggemar motor-motor lawas, tidak bisa dipungkiri senyum mengembang merona di wajah motortua melihat motor yang berusia lebih dari setengah abad yang lalu masih mondar-mandir gagah melaju.
Banyak hal yang tidak bisa diterjemahkan dengan kata, hanya kekaguman akan existensi sebuah mahakarya legendaris dari negeri ratu Elizabeth ini. Luarbiasa awet dan masih trengginas kelihatannya..
Sayangnya, perputaran jaman tidak selalu bersahabat dengan motor ini. Banyak kerikil dan batu tajam setiap waktu menggerogoti keberadaannya. Bagaimana tidak, problematika bukan saja berasal dari sisi dalam motor sendiri tetapi juga faktor-faktor eksternal.
Brother coba bayangkan, untuk menjaga agar bentor BSA tetap bisa berlari setiap hari, para abang-abang penarik bentor harus kesana-kemari untuk mencari sparepartnya. Bro' semua sudah tahu kan, bahwa motor varian ini sudah tidak diproduksi lagi begitu juga dengan onderdilnya. Jalan satu-satunya adalah dengan memutilasi motor BSA lain kemudian diambil organ yang masih sehat. Atau menggantinya dengan sparepart produk motor lain, bahasa bengkelnya kanibal onderdil.
Sedih brother, efeknya dalam jangka panjang tidak baik. Jika solusi tersebut dilakukan secara kontinue terus-menurus bukan tidak mungkin suatu saat BSA akan punah di tanah Indonesia.
Faktor luar yang tak kalah sengit adalah berkembangnya angkutan berbasis online. Secara tidak langsung, dengan kemudaan servise armarda online yang diberikan akan mempercepat kematian BSA. Loh kok bisa? Begini, misalnya bentor kalah bersaing dengan angkutan berbasis online maka secara otomatis para penarik bentor akan beralih ke pekerjaan yang lebih menjanjikan. Nah, motornya...? brother bisa simpulkan jawabannya.
Solusi
Banyak cara sebenarnya untuk menyelamatkan atau memperpanjang umur Bentor BSA di Medan. Menurut opini motortua, harus ada perhatian yang lebih baik dari pihak pemda maupun dari para penggiat motor-motor tua.
Pemerintah pusat dalam Undang Undang No.5 tahun 1992 mengenai pengaturan cagar budaya, mengatakan bahwa setiap benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib dilindungi pemerintah. Nah, UU sudah ada sekarang pemdanya yang musti ikut berperan lebih aktif dan serius lagi untuk melestarikan bentor ini.
Solusi kedua adalah dengan mendaftarkan bentor sebagai armada resmi angkutan berbasis online. Atau bisa juga bekerja sama dengan pihak-pihak perusahaan angkutan online. Menurut motortua solusi ini cukup praktis, tidak mudah memang tetapi bisa diakomodir.
Jika keduanya bisa berjalan lancar, setidaknya ada harapan untuk generasi kedepan bisa menikmati indahnya design legendaris BSA. Bagaimana brother? Ada yang mempunyai solusi lainnya...?
Baca juga:
Labels: BSA, Motor Klasik, Motor Perang, Motor tua, Opini