Motortuaindo.com-"Perhatian, dilarang membawa barang yang dapat mengakibatkan kecelakaan saat berkendara". Brother setia motortua, kita seringkali mendengar himbauan dari pihak yang berwajib untuk tidak membawa barang apapun yang cenderung dapat mengakibatkan kecelakaan saat naik motor. Agak aneh dan sedikit kurang jelas...
Mengapa motortua bilang aneh? Kalimat himbauannya sangat umum sekali, kurang detail. Coba, brother sebutkan barang apa saja yang bisa mengakibatkan kecelakan? Hampir semua barang loh brother, bukan hanya yang tajam dan oversize (besar) yang kecil-kecil kadangkala lebih rentan dan berperan besar dalam sebuah kecelakan.
Dari pengalaman motortua, barang-barang sepele dan terlihat sederhana yang seringkali membuat kecelakan dijalan adalah jas ponco, tas dan tali. Ketiga barang tersebut berdosa besar dan berpean aktif dalam sebagian proses kecelakaan.
1. Jas Hujan Ponco
 |
| (blogmotortech.co.id) |
Nah, ini dia dalangnya, eeeh bukan. Ini dia barang dan dalangnya maksudnya. Sudah rahasia umum bahwa jenis jas pelindung hujan favorit para pengendara yang satu ini sangat sering sekali berada di TKP. Mengapa? Bagi yang pernah jatuh terguling-guling akibat memakai jas ini pasti tahu penyebabnya.
Menurut sumber detikoto.com, ada 3 hal yang sebenarnya membuat jas ini tidak layak untuk pelindung saat berkendara motor.
Pertama adalah masalah bentuk desain yang terlalu lebar dan kurang pas di badan. Dengan desain ponco yang melebar kemana-mana, sering kali salah satu ujungnya nyelip masuk roda, rantai atau gir motor. Untung kalau pas berkendara pelan, kalo pas dalam kecepatan tinggi? wasssalaaam..
Kedua, jas ponco rentan tertiup angin dan dapat mengurangi keseimbangan saat berkendara. Pengalaman motortua saaat memakai jas ponco, waktu ngebut bagian ujung ponco biasanya kabur-kaburan kemana-mana sehingga menutupi headlamp dan sein motor. Ini sangat berbahaya brother..
Terakhir adalah sejago-jagonya orang mengendarai motor akan berkurang kemampuan skill berkendara jika memakai jas ponco. Kok bisa? Tiupan angin yang kecang saat berkendara dan menerpa ponco membuat laju motor menjadi tidak stabil makanya rawan slip, apalagi dibarengi jalanan yang licin.
2. Tas
 |
| (maskurblog.wordpress) |
Kalau masalah tas biasanya bukan karena barangnya tetapi cara pemakaiannya yang kurang tepat. Biker sering menyepelekan saat membawanya dalam berkendara motor. Tas, terutama tas punggung yang berukuran besar seringkali ada yang menutupi hingga lampu belakang (stoplamp). Ini lumayan berbahaya jika pengendara dibelakangnya tidak fokus. Nyala lampu stoplamp yang tertutup tas rawan terseruduk motor belakangnya saat proses pengereman. Hati-hati...
Tidak hanya tas punggung, tas slepang kecil juga kadang kala jadi kambing hitamnya. Ini terjadi biasanya pada ladybikers, tas kecil yang dislepang ke belakang oleh ibu-ibu atau nona-nona cantik cenderung mengundang kriminalisme. Penjambretan tas saat berkendara bukan terjadi sekali-dua kali loh brother. Biasanya pada prosesnya banyak motor korban yang ditendang jatuh. Ngeri nggak?...
3. Tali
 |
| (prolevoo.wordpress) |
Kasusnya mirip seperti jas ponco. Tali, baik yang karet maupun dari plastik (rafiah), fungsinya paling banyak untuk mengikat barang di motor. Namun, banyak kejadian tidak tahu kalau talinya kepanjangankah atau pas ngikat kurang kecengkah sehingga ada sebagian sisa tali yang masuk ke roda, gir maupun rantai motor. Kalau sudah begini, masak kalau kita jatuh nyalahin tali sih..hayo salah siapa?
Nah brother, itulah beberapa barang-barang sepele yang sering kali jika kita kurang baik dalam penggunaanya biasanya sering merugikan kita sendiri. Ada satu lagi sebenarnya "rok mini" tetapi motortua sedang malas membahasnya, eheem. Satu hal yang pasti, saat berkendara perhatikan semua hal-hal kecil dan detail. Hindarinya pemakaian barang yang bisa mengakibatkan fatal saat berkendara. Percayalah, semua barang diciptakan untuk memudahkan, hanya manusianya saja yang kadang lalai dan hilaf. Salam motortua, lawas anti karat. hehehheee
Baca juga:
Labels: Motor Klasik, Motor tua, Tips motor